Minggu, 04 Mei 2014

Perbedaan Psikoterapi dan Konseling



Mungkin selama ini, minna menganggap teknik konseling dan psikoterapi yang ada dalam psikologi, adalah hal yang sama. Sebenarnya kedua teknik ini, tidak jauh berbeda, mengingat keduanya berupaya untuk membantu atau menolong orang lain. Sehingga bagi sebagian peneliti, konseling dan psikoterapi dapat diterima sebagai kegiatan yang sinonim dikarenakan memiliki tujuan yang sama.




Namun bagi sebagian peneliti lainnya, upaya untuk membedakan keduanya dianggap perlu. Karena masyarakat perlu mendapat kejelasan mengenai keprofesian keduanya, agar tidak menimbulkan keragu-raguan. Untuk itu, saya akan mencoba untuk menjelaskan perbedaan yang terdapat di antara konseling dan psikoterapi. 


Konseling  jika dilihat dari sejarahnya, berkaitan erat dengan pemberian nasihat. Suatu keinginan untuk membantu orang lain dengan memberikan nasihat, namun tidaklah sesederhana itu. Menurut Ivey & Simek-Downing, konseling sebagai proses yang lebih intensif berhubungan dengan upaya membantu orang normal mencapai tujuannya dan agar berfungsi lebih efektif. Sedangkan psikoterapi menurut mereka, adalah proses jangka panjang yang behubungan dengan upaya merekonstruksi seseorang dan perubahan yang lebih besar pada struktur kepribadian. 


Hahn (1953) dan English & English (1958), mengatakan adanya batas yang kurang tajam antara konseling dan psikoterapi sehingga sering mengaburkan. Sehingga ahli-ahli lain tetap berusaha menunjukan adanya perbedaan antara kegiatan psikoterapi dengan konseling, baik untuk kepentingan profesi maupun ilmiah. 

Stefflre dan Grant (1972), mengemukakan ada beberapa hal yang bisa dipakai sebagai usaha untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan khusus keduanya dan untuk bisa membedakannya, yaitu: 


  • Tujuan

Konseling bertujuan membantu seseorang dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan agar bisa berlangsung lancar. Hahn & MacLean (1955), mengemukakan tujuan konseling yang menitikberatkan pada upaya pencegahan agar penyimpangan yang merusak dirinya tidak timbul. Sedangkan psikoterapi terlebih dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya. 

Mereka juga mengemukakan bahwa konseling berhubungan dengan rencana jangka panjang yang bersangkut-paut denga pendidikan dan pekerjaan atau jabatan seseorang serta pencegahan terhadap munculnya gangguan dalam bidang kesejahteraan mental, sedangkan psikoterapi singkatnya berhubungan dengan tujuan penyembuhan. 


  • Klien, Konselor dan Penyelenggaraannya

Telah banyak usaha dilakukan untuk membedakan konseling dengan psikoterapi dari sudut kliennya itu sendiri. Secara tradisional mudah membedakan keduanya, karena pada konseling, konselor menghadapi klien yang normal. Sebaliknya pada psikoterapi, menghadapi klien atau pasien yang mengalami neuroisis atau psikosis. 

Karena itu, bagi Patterson (1973) maupun Pallone (1977), keduanya mengatakan bahwa konseling diberikan kepada seseorang sebagai klien, sedangkan psikoterapi kepada seseorang sebagai pasien. Seorang penderita neurosis atau psikosis bisa saja menemui seorang konselor dengan tujuan melakukan konsultasi dan perawatan dan penanganan dilakukan melalui psikoterapi. 


  • Metode
Perbedaan antara keduanya sebenarnya tidak terlalu besar, demikian diucapkan oleh Patterson (1952), karena beberapa metode pada masing-masing seperti penciptaan rapport, peranan klien dan arah hubungan atau pendekatan, semuanya dipakai oleh keduanya. 

Namun Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa :

  • Konseling ditandai oleh adanya terminology seperti : educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awareness, normal, present-time dan short-term
  • Sedangkan psikoterapi ditandai oleh : supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe emotional problem and long-term.  


Referensi : Gunarsa,D.Singgih,Konseling dan psikoterapi.Jakarta:PT BPK Gunung Mulia,1996.
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.


Pengikut

About Me

Foto Saya
diah ayu eka
Indonesia
saya adalah mahasiswi di universitas gunadarma yang bercita-cita pergi ke Jepang. motto hidupku adalah berbeda tidak selamanya bagus tetapi yang terbaik selalu berbeda. Yoroshiku...^o^
Lihat profil lengkapku