Sabtu, 28 Desember 2013

KEKUASAAN




Kita semua tentu tahu bukan tentang seorang Adolf Hitler. Ya…tepat sekali, ia adalah seorang pemimpin NSDAP (Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional) secara otokratik dengan menerapkan Führerprinzip ("prinsip pemimpin"). Prinsip ini bergantung pada kepatuhan absolut semua bawahannya kepada pimpinan mereka. Jabatan di sini diisi melalui penunjukkan oleh pangkat yang lebih tinggi, yang menuntut kepatuhan tanpa pernyataan terhadap keinginan sang pemimpin. 

Gaya kepemimpinan Hitler adalah memberikan perintah berlawanan terhadap bawahannya dan menempatkan mereka pada jabatan-jabatan tempat tugas dan tanggung jawab mereka saling bertindihan agar "orang yang lebih kuat menjalankan pekerjaannya". Yang menarik dalam gaya kepemimpinannya Hitler adalah kekuasaannya yang kejam namun punya pengaruh yang luar biasa terhadap orang-orang yang bukan main banyaknya. Apa yang menyebabkan seseorang seperti Hitler itu dapat berkuasa ? apa sih maksud dari kekuasaan itu sendiri?  Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan kekuasaaan, kali ini akan saya bahas mulai dari definisinya sampai sumber kekuasaan menurut French & Raven. Jadi lansung saja….
 
Menurut House ( dalam Marianti )  ”Kekuasaan adalah kapasitas atau kemampuan untuk menghasilkan dampak atau akibat pada orang lain”. Sedangkan menurut French & Raven ( dalam Sarwono ) kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam kelompok atau organisasi. Maksudnya orang-orang yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu. 

Adapun sumber kekuasaan itu ada dua macam menurut French & Raven, yaitu kedudukan dan kepribadian
  1. 1.    Kedudukan
Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, yaitu
a)    Kekuasaan formal atau legal
Mendapat kekuasaan karena ditunjuk atau diperkuat dengan peraturan yang resmi, seperti komandan tentara, presiden atau perdana menteri dan lainnya.

b)    Kendali atas sumber dan ganjaran
Misalnya seperti  kepala kantor yang menggaji karyawannya atau majikan yang mengupah pekerjanya, memimpin berdasarkan sumber kekuasaan jenis ini.
c)    Kendali atas hukuman
Kepemimpinan jenis ini adalah kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut. Terkait dengan kendali atas ganjaran karena ganjaran biasanya terkait dengan hukuman, walau demikian ada kepemimpinan yang hanya bersumber pada hukuman saja. Misalnya seperti kasus yang di ulas di awal.

  1. 2.    Kepribadian
Berbeda dari kepemimpinan yang bersumber pada kekuasaan karena kedudukan, kekuasaan karena kepribadian berawal dari sifat-sifat pribadi, yaitu sebagai berikut :
a.    Keahlian atau keterampilan
Memimpin berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh orang tersebut, seperti imam yang memimpin sholat berjamah karena fasih membaca ayat Alquran.

b.    Persahabatan atau kesetian
Sifat dapat bergaul, setia kawan atau setia pada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan sehingga seseorang dianggap sebagai pemimpin. Misalnya ketua kelompok arisan ibu-ibu, dipilih karena sifat-sifat pibadi jenis ini.
   

Selanjutnya, berdasarkan berbagai sumber kekuasaan tersebut, French & Raven menyusun sebuah kategorisasi sumber kekuasaan ditinjau dari hubungan anggota (target) dan pemimpin ( agent ) seperti tabel di bawah ini:


Kekuasaan ganjaran
Target taat agar ia mendapat ganjaran yang diyakininya dikuasai atau dikendalikan oleh agent.
Kekuasaan koersif (pemaksaan)
Target taat agar ia terhindar dari hukuman yang diyakininya diatur oleh agent.
Kekuasaan resmi (legitimate)
Target taat karena ia yakin bahwa agent mempunyai hak untuk membuat ketentuan atau peraturan dan bahwa target mempunyai kewajban untuk taat.
Kekuasaan keahlian ( expert )
Target taat karena ia yakin atau percaya bahwa agent mempunyai pengetahuan khusus tentang cara yang terbaik untuk melakukan sesuatu.
Kekuasaan rujukan
Target taat karena ia memuja agent atau mengidentifikasikan dirinya dengan agent dan mengharapkan persetujuan agent.

 Jadi dapat dikatakan puncak kekuasaan yang didapat oleh Hitler berasal dari dua macam sumber kekuasaan diatas.


Referensi :

Marianti, Merry Maria.(2011). Kekuasaan dan Taktik mempengaruhi orang lain dalam     organisasi. Jurnal Administrasi Bisnis. Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan.


Sarwono, Sarlito W. 2001. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Balai Pustaka, Jakarta.

 http://media.isnet.org/iptek/100/Hitler.html

kolomkita.detik.com



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.


Pengikut

About Me

Foto Saya
diah ayu eka
Indonesia
saya adalah mahasiswi di universitas gunadarma yang bercita-cita pergi ke Jepang. motto hidupku adalah berbeda tidak selamanya bagus tetapi yang terbaik selalu berbeda. Yoroshiku...^o^
Lihat profil lengkapku